Stay Together For The Kids

#AMP Wonosobo Pop-Punk

Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

L'arc-en-Ciel ke Indonesia!!

Right guys...ke Indonesia!!! tentu saja ini adalah kabar yang menggembirakan buat para CIEL (nama fans Laruku atau L'arc-en-ciel) se-Indonesia termasuk saya..hehehe walaupun belum jelas mau nonton apa enggak... Menurut situs resmi Laruku,mereka akan mengadakan konser di senayan Jakarta pada 2 Mei 2012 mendatang.Setelah tau info tersebut saya langsung buka web resmi Laruku www.larc-en-ciel.com dan ternyata benar,mereka bakalan nggebrak Jakarta Mei mendatang..
  Memang berita ini sesungguhnya sudah ramai diperbincangkan sejak 2011 lalu.Pernah juga sempat heboh dengan postingan dari salah seorang staf produksi Sony Music Indonesia yang menyebutkan bahwa band rock asal negeri sakura, L’Arc-en-Ciel akan menggebrak Jakarta Mei mendatang, kini kejelasan mengenai berita itu sudah dapat dipertanggung jawabkan. Pasalnya penjualan tiket konser Laruku dibuka Jum’at, 27 Januari 2012 yang berarti besok.
  Begini kira-kira tweet dari Fajar Andrianto dimana memang L'Arc en Ciel bernaung di label tersebut. Katanya di dalam akun Twitter:"Finally after years of waiting! L'Arc~en~Ciel on May 2nd at Lapangan D Senayan Jkt. Excited!!"

dari situs resminya: 


  Bagi penggemar Japanese Rock nama L'Arc-en-Ciel pastinya nggak asing di telinga anda. Right..kayaknya bakalan menambah ramai daftar musisi luar negeri yang datang ke Indonesia. L'Arc-en-Ciel atau nama lainnya "The Rainbow" in French atau "Laruku" adalah grup Japanese Rock eksis sejak 1991. Sudah 13 juta keping album laris di pasar musik dunia ditambah 16 juta single, dan kini sedang mengadakan tour konser ke sejumlah negara-negara di dunia dari awal 2011 lalu.
  Band yang digawangi oleh Hyde (vokal),Tetsuya (bass),Ken (gitar),dan Yukihiro (drum) juga sukses merilis sebuah film tentang konsernya yang berjudul 'L'Arc-En-Ciel Concert Movie'. Film konser yang sudah tayang di Indonesia pada 3 dan 10 Desember 2011 mendapat sambutan antusias dari penggemarnya yang sampai nambah jam tayang di XXI Epicentrum Jakarta.

http://farm6.static.flickr.com/5178/5500748064_74b07615c6.jpg  Buat Anda yang mau nonton bisa beli tiketnya secara online di www.rajakarcis.com dan www.tiket.com Bisa juga melalui line telepon di nomor 021-8282137 / 021-7020 6888. Khusus untuk situs www.tiket.com, pembelian baru akan dilayani pada hari Selasa, 31 Januari 2012.



Ada 3 kategori untuk konser Laruku kali ini, yaitu Regular, Premium dan VIP.
Berikut detail kategori beserta harganya:
  1. VIP Package (termasuk Premium Festival Tiket, Official Merchandise, Souvenir Tiket, early entry privilege) : Rp 1.200.000,-
  2. Premium Festival : Rp 850.000,-
  3. Regular Festival : Rp 500.000,-
 Nah, siap untuk berjingkrak bersama Laruku??





Dari berbagai Sumber terpercaya...
Read more »

Sabtu, 07 Januari 2012

Untuk Anda yang Salah Menilai Punk

Abis lihat-lihat status Superman Is Dead di FanPage resminya
Eh..nemu Tautan menarik yang di share oleh SID...setelah saya "klik" ternyata tulisanya benar-benar inspirasional tentang Punk,
Ayo........Lets Rockin!!!

Making Punk A Threat Again 

http://gutterspit.files.wordpress.com/2011/12/punkaceh.jpg

   Sebelum saya berpanjang-panjang menulis posting tak penting ini, saya nyatakan dulu satu hal yang pasti: saya seperti kawan-kawan kebanyakan, tak sepakat dengan fenomena razia, pemukulan,penggundulan dan bentuk pelecehan lainnya yang dilakukan oleh polisi syariah di Aceh. Tak ada manusia yang layak diperlakukan demikian hanya karena stigma yang datang dari penampakan dan perilaku yang tidak sesuai "konon" dengan adat/norma setempat.
   Tapi ada beberapa catatan yang baiknya saya mulai dengan yang pertama; kasus ini tidak sesederhana yang media gembar-gemborkan. Ada kompleksitas tersendiri dimana sulit dipahami oleh awam yang tidak sempat berada di dalam scene punk dimanapun. Tidak juga oleh Propagandhi atau Rancid yang memberikan pernyataan mereka. Indikator sederhananya sebut saja satu; Tidak adanya aksi solidaritas di tataran Aceh juga menimbulkan pertanyaan. Banyak faktor memang, kondisi yang tak memungkinkan misalnya. Namun dari perbincangan dengan beberapa kawan, nampaknya faktor keterasingan komunikasi dan ketidakkesepakatan atas aksi-aksi kultural komunitas lah yang menjadi penyebab.
   Saya yakin, terdapat banyak kawan-kawan Punk di Aceh sana sejak rezim Suharto berakhir, bahkan saya yakin scene di Aceh sudah mulai ada dan luar biasa aktif di penghujung 90-an dan awal 2000-an. Tidak hanya karena keadaan tidak mengizinkan lalu mereka tidak melakukan sesuatu, apalagi hanya sekedar aksi solidaritas. Jika dahulu tidak pernah ada masalah dengan masyarakat lalu mengapa tidak juga sekarang? Oke, faktor polisi syariah, tapi saya yakin bukan hanya itu. Pasti ada sesuatu. Paling tidak saya bisa berkaca pada keadaan di kota kami sendiri dimana ‘Punk’ bukan lagi sesuatu yang harus dibela sebagai IDENTITAS, namun lebih sebagai SEMANGAT. Banyak kawan-kawan yang tidak mengidentikkan lagi ‘punk’ sebagai identitas sejak penampakan itu dipakai dengan sesuatu yang tidak kami sepakati, mulai dari mohawk yang menjadi trend fashion yang ngga banget (band-nya Ahmad Dhani misalnya) hingga wujud ‘punk’ yang berkeliaran disudut kota sebagai pengamen (sejak kapan punk meminta belas kasihan?) dan memalak orang, apatis terhadap pergulatan komunitas sekitarnya, termasuk menjadi fasis geng yang sungguh sama sekali tidak ‘punk’. Saya tidak bilang kondisi di sana serupa, namun yang pasti ada jarak pada pemaknaan aktivitas diantara kawan-kawan yang aktif dengan makna ‘punk’ satu dan makna ‘punk’ lainnya.

http://panel.mustangcorps.com/admin/fl/upload/files/punk_aceh.jpg   Catatan lainnya cukup mengagetkan sebenarnya, mengingat ini terjadi pada komunitas yang mengidentifikasikan diri dengan kata dan makna ‘PUNK’. Catatan yang agaknya perlu sama-sama kita renungkan mengingat menjadi ‘punk’ adalah sebuah pilihan yang bukan tanpa resiko apapun makna yang kalian tempelkan disitu. Dimana pilihan itu sudah seharusnya datang dengan konsekuensi yang sudah diperkirakan, dimana -layaknya sebuah pilihan- harus dipertahankan oleh mereka-mereka yang yakin dengan pilihannya. Sehingga menjadi cengeng saat konsekuensi itu datang sangatlah aneh.
   Lepas dari beberapa catatan usai berkomunikasi dengan beberapa kawan di Aceh sana perihal fenomena ini, ada sesuatu yang agak absurd. Lagi-lagi dengan catatan; ini terjadi dengan mereka yang "mengaku Punk", bukan sebuah ke-profesian khusus lain (misalnya tukang baso) yang tidak ada makna-makna pembangkangan khusus melekat didirinya.
   Pertama; Saya tak melihat adanya perlawanan signifikan dari mereka yang di-razia plus plus itu kemarin. Pada sebuah potret mereka digunduli, dimasukan ke kolam dengan "nerimo". Cukup aneh sebagai penerimaan atas nasib, bukankah kawan-kawan sudah seharusnya melawan jika memang itu semua adalah pilihan hidup yang kalian pilih, bukankah kawan-kawan sepakat bahwa hidup kalian adalah milik kalian yang tak ada seorangpun bisa mendiktenya kecuali tentunya kawan menjadi punk hanya pilihan dilematis dari sedikitnya pilihan menjadi diri sendiri. Mungkin saya salah, mungkin kawan-kawan disana melawan seadanya, namun saya melihat kawan-kawan masih sehat walafiat, masih bisa berdiri dan, ajaibnya, rela masuk kamp rehabilitasi. Jika konon menjadi diri sendiri itu sama pentingnya dengan mempertahankan isi perut, mengapa untuk sekedar kebebasan berekspresi yang melekat pada tubuh kawan-kawan disana tidak bisa mencontoh mereka yang berjuang hidup mati untuk isi perut mereka. Dari Kebumen hingga Mesuji bertebaran tauladan bagaimana mempertahankan sesuatu yang berarti penting bagi hidup kita. Kecuali memang arti itu tak sepenting yang kita perkirakan.
   Catatan terakhir; soal respon ‘punk’ yang sungguh pula aneh untuk ukuran scene yang besar dengan tradisi melawan otoritas. Melakukan aksi solidaritas itu penting. Berguna untuk menunjukkan eksistensi dan simpati lintas komunitas dan mengirim sinyal kepada mereka yang ditahan bahwa mereka tidak sendirian.  Namun melakukan aksi yang mirip aksi-aksi usang ala mahasiswa, dengan mendatangi kantor kepolisian atau simbol-simbol kekuasaan, lengkap dengan statement seolah mereka adalah institusi yang layak diakui adalah sesuatu yang absurd. Jika letak pentingnya aksi solidaritas hanya untuk mengakui betapa pentingnya mereka sehingga harus kita datangi sekalipun untuk kita protes, maka sama artinya kita mengakui bahwa eksistensi kita berada ditangan mereka dan kita memelas meminta mereka untuk tidak berlaku tidak adil pada kita. Secara tidak langsung menunjukkan pada khalayak seolah perubahan akan terjadi jika kita memintanya pada otoritas. Sesuatu yang sama-sama kita sepakati sejak lama; tak akan pernah terjadi.
   Bukankah selalu ada alternatif lain selain mendatangi otoritas dan meminta mereka berhenti melakukan pelanggaran? dan siapa pula target (aksi) komunikasi kita? apakah otoritas? atau masyarakat lain yang sebenarnya lebih layak kita ajak dialog perihal eksistensi kita (jika memang inti aksi ini melempar wacana soal perbedaan).
   Yang paling menggelikan adalah aksi seminggu kemarin yang terjadi di Bandung, dimana sekelompok ‘anak punk’ (ow em ji!!!, i hate that fukkin term!!!) mendatangi Polresta dengan statement-statement yang oxymoron. Mulai dari penamaan elemen aksi mereka; Masyarakat Punk Bandung (oh dewa marmot, ampuni kami!!) hingga pernyataan kepada kepolisian seolah punk memelas untuk dimengerti; “Kami hanya pakaian dan rambut yang dinilai urakan. Hati dan perilaku tetap santun dan soleh.” , (cmon dude, do you really have to say that to fuckin cops???)
   Meminta masyarakat Bandung tidak terlalu apriori terhadap komunitas ‘punk’ pun sama oxymoron-nya. Karena penerimaan tidak terletak pada kata-kata, namun pada pembuktian dari hari ke hari dimana komunitas terlibat dalam pergulatan masyarakat dalam membangun pilar-pilar kehidupan bersama. Berkoar-koar berteriak didepan masyarakat tentang bagaimana hebatnya punk, tidak membuat kalian menjadi punk dan kemudian diterima diluar sana. Buatlah band, buat gigs, rilis rekaman kalian, buatlah zine dan media kalian sendiri, berjejaringlah, jaga teman kiri-kanan dan keluarga kalian, bangun kemandirian komunal, organisirlah komunitas kalian, bergabunglah dengan mereka yang tidak beruntung di hidup ini, lawan otoritas yang menindas tanpa pandang bulu, bersenang-senanglah dengan passion kalian. Meski diluar sana kenyataan tak sesederhana itu, tapi paling tidak; at least those are things that make you punks. Berhentilah mengemis legalitas dan penerimaan. Respect is not a gift, its something you earn.
   Terakhir, mengutip orasi sang orator lapangan; “Silakan bapak polisi geledah tas anak Punk. Tak sedikit dari mereka isinya sajadah dan kopiah untuk alat sholat. Kami masih berfikiran sehat, pak polisi,” tegasnya. Wait the fuck up…!!!  jadi dengan kata lain mereka yang tak memiliki alat sholat itu tidak berfikiran sehat dan layak diperlakukan tidak adil? Lagipula -tanpa mengesampingkan fakta banyak kawan-kawan yang religius, bukankah simbol-simbol ‘kepribadian berakhlak’ ala maisntream adalah sesuatu yang kita lawan? Bukankah inti menjadi punk itu mengingatkan kita untuk meyakini pilihan kita sendiri? apapun itu, religius atau tidak, stand up for what you believe in!
   Apapun yang kawan-kawan yakini, jalani keyakinan kalian dengan kepala tegak. "Tak ada aturan bahwa menjadi punk harus menjadi atheis", jadi jalani lorong spiritualitas kalian, peduli setan apapun yang orang katakan. Begitu pula sebaliknya, jika kalian yakin bahwa menjalani hidup tanpa keimanan bisa menjadikan kalian nyaman dengan apa yang kalian hadapi, mengapa pula harus mendengar petuah yang kalian sendiri tak yakini, termasuk masuk ke kamp rehabilitasi. Diluar sana, gonjang-ganjing ini mengerucut pada debat tak berujung dan stigmatisasi baik pada ‘Punk’ maupun ‘Islam’ (yang direpresentasikan polisi syariah). Jangan terperangkap di wilayah itu, menjadi punk bukan kriminal, dan tidak pula menjadi seorang muslim  yang di beberapa pojokan diluar sana diperlakukan mirip kasus di Aceh. (Beberapa situs diskriminatif anti-toleransi mempergunakan isu Punk Aceh ini untuk mendiskreditkan Islam). Selama menjadi minoritas, akan selalu ada waktu dimana kalian melewati hari-hari cadas. Yang pasti sekali lagi; menjadi cengeng sama sekali tidak punk dalam menerima konsekuensi. Fight for it!!!
   Akhirul kalam, mengemis penerimaan pada otoritas bukanlah sesuatu yang menyebabkan punk eksis di muka bumi. Now i sound too politicaly-correct, But fuck it, Lets make punk a threat again. Up the punx!


oleh Ucok Homicide

Original Post by: http://www.gutterspit.com/2011/12/25/making-punk-a-threat-again/




Sebenarnya kembali lagi pada kita sendiri mau punk,reggae,rock,metal atau apapun..itu kan hanya komunitasnya saja..buktikan bahwa komunitas kalian itu bermanfaat,dan tidak mengganggu ketenangan masyarakat...sejak kapan ada aturan bahwa menjadi punk itu harus atheis,jadi punk itu harus berambut mohawk,jadi reggae itu harus gimbal,jadi rock itu harus pearching-an???
Kembali lagi pada diri kita...
Jika kawan-kawan sudah menentukan sebuah pilihan,maka yakinilah pilihan itu...!!!


Sekian dulu dari saya...
Semoga Bermanfaat...  

 

Read more »

Jumat, 30 Desember 2011

L'Arc en Ciel Rilis Album Terbaru, BUTTERFLY

SEMPAT vakum selama tiga tahun dan memunculkan spekulasi kemungkinan bubarnya band beraliran J-Rock ini, L'Arc en Ciel menepis isu tersebut dengan merampungkan album terbaru.

Hyde, Ken, Tetsu, dan Yukihiro, menamai album terbaru mereka yang akan rilis pada tanggal 8 Februari mendatang itu BUTTERFLY.
Seperti dilansir dalam Tokyohive, Senin (26/12), band yang juga dikenal dengan nama Laruku ini menayangkan siaran langsung kegiatan mastering dan final sound check via UStream.
Lewat tayangan tersebut, mereka juga mengungkapkan detail lagu dalam album BUTTERFLY. Album ini adalah album pertama setelah empat tahun dan tiga bulan yang mereka rilis. Versi limited edtion-nya bisa didapat dalam bentuk tiga disc termasuk album pertama P’UNK-EN-CIEL, P’UNK IS NOT DEAD dan sebuah DVD yang berisikan program spesial ulang tahun peringatan ke-20, Best Hit LEC.
Band yang memiliki arti Pelangi ini juga mengumumkan jadwal tur dunia mereka. Pada tanggal 12 dan 13 di bulan Mei mendatang, mereka akan tampil di Nissan Stadium, Kanagawa.
Berlanjut di tanggal 19 dan 10 Mei, Hyde dan kawan-kawan akan menutup pertunjukan di Universal Studios Japan di Osaka. Tidak hanya di Jepang, L’Arc en Ciel juga akan unjuk gigi di New York pada tanggal 25 Maret.
Bagi penggemar yang tinggal di Hawaii, Laruku akan menggelar sebuah konser live pada tanggal 31 Mei dan menghibur para anggota fans club secara khusus pada tanggal 1 Juni.

Track-Listing
01. CHASE
02. X X X
03. Bye Bye
04. GOOD LUCK MY WAY -BUTTERFLY Version.
05. BLESS
06. shade of season
07. DRINK IT DOWN
08. wild flower
09. SHINE
10. NEXUS 4
11. Mirai Sekai
Read more »

L'arc-en-ciel XXX (J-rock)


Posting kali ini saya akan membahas band Jepang favorit saya "Laruku"..
bulan Oktober kemarin mereka baru merilis Mini Album terbaru mereka.."XXX"..
berikut daftar lagunya...cekibrottt!!!


Tracklist:

1. X X X
2. I’m so happy -L’Acoustic version-
3. X X X (hydeless version)
4. I’m so happy -L’Acoustic version- (hydeless version)

anggap ini sebagai preview untuk tetap membeli CD originalnya,
sebagai fans harus tetap beli CD originalnya.





Download Mini Album L'arc-en-ciel XXX klik DISINI..

Semoga bermanfaat...
Read more »

Blink-182 Neighborhoods



Salah satu band favorit saya...
band yang luar biasa ini ditahun 2011 mengeluarkan album teranyar mereka "Neighborhoods"..
Bisa dibilang ini proyek album yang cukup lama, karena rumornya sudah beredar sejak setahun yang lalu. Dan kini kita semua sudah bisa untuk menikmati setelah lebih dari 5 tahun tidak mendengar mereka dalam satu band. Seperti yang sudah diberitakan bahwa band Blink 182 sempat hiatus atau bubar hingga akhirnya mereka memutuskan kembali untuk membuat album baru Neighborhoods.
Di album Neighborhoods yang baru ini, Blink 182 menciptakan 14 buah lagu. Lebih dari cukup untuk bisa mengobati rasa rindu terhadap band favorit sekelas Blink 182. Berikut ini daftar lagu yang terdapat dalam Full Album Neighborhoods Blink 182.chekidooooottt!!!!!

Blink-182 – Neighborhoods [Deluxe Edition]
01. Ghost on the Dance Floor (4:18)
02. Natives (3:55)
03. Up All Night (3:20)
04. After Midnight (3:27)
05. Snake Charmer (4:26)
06. Heart’s All Gone Interlude (2:02)
07. Heart’s All Gone (3:15)
08. Wishing Well (3:20)
09. Kaleidoscope (3:53)
10. This Is Home (2:47)
11. MH 4.18.2011 (3:27)
12. Love is Dangerous (4:26)
13. Fighting The Gravity (3:42)
14. Even if She Falls (3:00)

dari ke14 lagu tersebut memang sudah ada 2 single yang dirilis duluan. Buat yang penasaran seperti apa lagu-lagu Blink 182 di album Neighborhoods terbaru mereka bisa melalui link dibawah ini. Tapi anggap ini sebaga preview untuk tetap membeli CD originalnya, sebagai fans harus tetap beli CD originalnya.

untuk download blink-182 Neighborhoods klik DISINI besarnya sekitar 110Mb

Semoga bermanfaat.....
Read more »

 
Powered by Blogger